Selasa, November 15, 2011

what next


ITS NOT ABOUT DESTINATION BUT ABOUT THE JOURNEY .


"No one there, hanya kita"
Waktu itu tepat pukul 6.30 pagi , saya dan 18 teman lainnya sudah berada di desa Sendang biru . Desa yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan. Sebentar lagi kami akan menyebrang menuju pulau Sempu . Beberapa teman mulai memebereskan tenda yang kami bangun untuk menginap tadi malam. Sebelumnya kami tiba di desa sendang biru pukul 12.00 malam tadi. 2 orang teman saya saat itu juga sedang menuju kantor polisi hutan di daerah situ. Mereka yang bertanggung jawab atas siapa saja yang keluar masuk pulau Sempu. Semuanya di data. Pulau tanpa penghuni ini merupakan tempat penangkaran hewan yaitu monyet, ular. Kabar tentang pulau itu tak menyurutkan niat 19 orang mahasiswa termasuk saya yang tergabung dalam AVIKOM, sebuah kelompok studi mahasiswa di bidang audio visual dari kota Yogyakarta. Kami berangkat dari Jogja  pukul 7.30 pagi hari sebelumnya. Sampai di Surabaya pukul 02.00 siang kami menunggu kereta transit ke malang pukul 04.00 sore. Akhirnya setelah magrib kami tiba di kota Malang. Setelah makan di daerah seputaran alun-alun, kami pun menyewa 2 angkot yang sudah kami pesan jauh-jauh hari oleh teman kami yang bertugas sebagai tim survey . Jam 09.00 malam kami bergerak dari kota malang. Ditemani lagu slowrock tahun 90’an yang diputar mas supir angkot . Oke mas asik, tapi karena lelah banyak dari kami yang tertidur. Waktu hamper jam 12 malam kami sampai di sendang Biru .
….
Akhirnya beberapa teman yang bertugas mencari perahu yang akan kami sewa untuk menyebrang ke pulau sempu  pun tiba bersama nahkodanya. Kami pakai 2 perahu.Setalah sarapan pagi yang kami beli dari pedagang nasi bungkus yang katanya setiap pagi dagang disitu menggunakan sepeda motor, sepertinya rajin berkeliling, akhirnya kami menyebrang.  Setelah 10 menit dan masuk ke sebuah teluk sempit akhirnya kami berlabuh ‘alakadarnya’. Pantai itu dinamakan Teluk Semut . Memang sih banyak semut tapi mungkin alasannya adalah karena pantai itu kecil atau sempit. Dan kami baru tahu saat pulang nanti bahwa kalau saat pasang pantai itu hilang digenangi air laut.Hmm..
Istirahat sejenak, kami kembali memeriksa barang bawaan kami masing – masing. Sebuah tas ransel yang tingginya melebihi kepala kami sendiri, botol aqua 6 liter ditangan kanan masing-masing. Itu kurang teman-teman, 3 liternya sudah masuk di dalam tas ransel kami masing -  masing bersama bahan-bahan makanan untuk 3 hari ke depan. Pulau ini tanpa penghuni,manusia maksudnya, tak ada air bersih, tidak ada makanan, semunya di suplai dari luar pulau ini. Untuk saya tambahan ditangan kanan berupa ban dalam mobil yang sudah disis anginnya. Itu saya bawa dengan tujuan untuk bisa mengelilingi perariran tanpa harus berenang lama yang meyebabkan kecapaian yang mendalam. Ha ha
…..
Oke, kita sudah di teluk semut, pulau Sempu tapi bukan ini tujuan kita.
….
Namanya Segara Anakan, laut yang lebih mirip danau. Ya , seperti laguna, terbentuk karena hempasan ombak pantai selatan yang dahsyat sehingga berhasil membolongi salah satu dinding bukit karang yang ada disisi selatan pulau ini. Kemudian air laut menyembur masuk kedalam memebentuk sebuah kubangan besar seperti danau. Jangan takut, airnya selalu diperbaharui karena adanya pasang naik dan surut sehingga soalnya terhubung langsung dengan lautan lepas Samudra Hindia. Inilah yang kami tuju.. Segara Anakan !
…………
Setelah berdoa , kita mulai menapakan kaki memasuki hutan pulau ini. Kami ditemani oleh seorang guide yang kami sewa dari desa sendang biru. Dia bertugas menghantarkan kami sampai ke Segara Anakan. Cuma itu. Belum sampai 500 meter jalan mulai menanjak. Ada 4 orang cewek sisanya cowok. Jalanan yang basah serta banyaknya tanjakan turunan membuat kami harus berjalan dengan hati – hati. Tapi harus saya akui tak seorang pun dari kami yang tidak terpeleset dan jatuh kurang dari 2 kali . Dan saya yakin kami semua jatuh dengan ikhlas karena kami sudah tahu bahwa pasti kami akan jatuh dengan kondisi jalan yang seperti ini dan barang bawaan kami yang cukup menguras tenaga. Untuk saya yang juga sat itu membawa barang tambahan ban dalam mobil, saat berada di ketinnggian dan herus menapaki turunan maka saya akan menggelindingkan dulu ban mobilnya sebelum saya menuruni bukit kecil itu. Cukup ampuh cara itu.
Setelah 2,5 jam berjalan akhirnya sampailah kami di tepi segara anakan, Beberapa teman yang sudah dipantai landainya sudah berteriak kegirangan. Kami yang masih di barisan belakang mendengar sayup-sayup suara mereka. Kami mempercepat langkah . dan akhirnya… Sampailah saya dan teman-teman barisan belakang. Mereka yang sudah lebih dulu sampai, sudah di air.  Semua capai dan letih kami di perjalanan terbayar lunas.dengan pemandangan dan ambience yang ada ditempat ini. Segara Anakan. Pasir putih, pantai maupun laut yang 90% tak ada karangnya membuat tempat ini  nyaman untuk bermain, melompat lompat dan apapun yang kamu mau lakukan di pantai maupun didalam airnya. Beda sama pantai selatan Yogyakarta yang penuh karang.
3 hari 2 malam rasanya tidak cukup, tapi apa boleh buat bahan makanan dan minuman yang kami bawa hanya cukup untuk durasi itu. Kami harus pulang pada hari ketiga di pulau Sempu. Setelah membereskan tenda dan megumpulkan sampah untuk kami bawa pulang kami pun beranjak meninggalkan Segara Anakan.
"'Terimakasih Sempu , banyak cerita terjadi disana.,dunia maya ini  pun tak sanggup menampungnya kalau diceritakan satu per satu . karena ini bukan hanya tentang tempat tujuan, tapi juga tentang  perjalanannya...."










2 komentar:

Baktiar mengatakan...

Tampaknya menarik sekali pulau Sempu ya... jadi pengen kesana

BERNARD LAZAR mengatakan...

ha ha . iya om .. kesehatan yang utama kalo pas lagi ada disana.. oks